|
| |
| Kitab Nazar |
| |
| 1. Perintah melaksanakan nazar |
| Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: |
| Sa"ad bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang nazar yang pernah dinazarkan ibunya namun ia wafat sebelum menunaikannya. Rasulullah saw. bersabda: Tunaikanlah nazar itu untuknya. (Shahih Muslim No.3092) |
| |
| 2. Larangan bernazar dan bahwa nazar itu tidak dapat menangkal sesuatu apa pun |
| Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata: |
| Suatu hari Rasulullah saw. melarang kami bernazar, beliau bersabda: Sesungguhnya nazar itu tidak dapat menangkal sesuatu apa pun tetapi hanya untuk mengeluarkan sesuatu dari orang yang kikir. (Shahih Muslim No.3093) |
| Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: |
| Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Janganlah kalian bernazar, karena nazar itu tidak dapat menolak takdir sedikit pun juga, ia hanyalah untuk mengeluarkan sesuatu dari orang yang kikir. (Shahih Muslim No.3096) |
| |
| 3. Orang bernazar berjalan kaki menuju Kakbah |
| Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: |
| Bahwa Nabi saw. melihat seorang yang telah lanjut usia dipapah kedua anaknya. Maka beliau bertanya: Kenapa orang tua ini? Mereka menjawab: Ia bernazar untuk berjalan kaki. Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan penyiksaan orang tua ini terhadap dirinya sendiri. Dan beliau memerintahkannya untuk berkendaraan. (Shahih Muslim No.3100) |
| Hadis riwayat Uqbah bin Amir ra., ia berkata: |
| Saudara perempuanku bernazar akan berjalan kaki menuju Baitullah tanpa alas kaki. Lalu ia menyuruhku untuk menanyakan kepada Rasulullah saw., maka aku pun menanyakannya. Beliau bersabda: Berjalan kakilah ia dan naiklah kendaraan. (Shahih Muslim No.3102) |
| |
| |