|
| |
| 31. Keutamaaan Nabi Musa as. |
| Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: |
| Malaikat maut pernah diutus kepada Musa as. Ketika malaikat tersebut datang menjumpainya, Nabi Musa langsung memukul dan mencungkil matanya. Lalu malaikat itu kembali kepada Tuhannya seraya berkata: Engkau telah mengutusku kepada seorang yang tidak ingin mati. Ia berkata: Allah kemudian mengembalikan matanya. Allah berfirman: Kembalilah kepadanya dan katakan supaya dia meletakkan tangannya di punggung seekor banteng dan baginya usia satu tahun dari setiap helai rambut yang ditutupi tangannya. Malaikat itu bertanya: Ya Tuhanku! Setelah itu? Tuhan berfirman: Kematian. Malaikat tersebut berkata: Sekaranglah! Lalu dia memohon agar Allah mendekatkan dirinya dengan bumi yang suci sejauh jarak lemparan batu. Rasulullah saw. bersabda: Jika aku berada di sana, tentu aku akan memperlihatkan kepada kalian makam (Musa) yang berada di pinggir jalan, tepatnya di bawah bukit pasir merah. (Shahih Muslim No.4374) |
| Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: |
| Ketika seorang Yahudi menawarkan barang dagangannya ia diberikan sifat barang dagangannya itu dengan sesuatu yang tidak ia sukai atau tidak ia senangi. Abdul Aziz ragu-ragu antara kedua kata tersebut. Ia berkata: Tidak, demi Tuhan yang telah memilih Musa as. atas manusia. Ia berkata: Lalu seorang lelaki Ansar yang mendengarnya dan langsung menampar wajahnya seraya berkata: Kamu mengatakan demi Tuhan yang telah memilih Musa as. atas sekalian manusia sedangkan Rasulullah saw. berada di tengah-tengah kita! Ia berkata lagi: Lalu orang Yahudi itu pergi menemui Rasulullah saw. dan berkata: Wahai Abul Qasim! Sesungguhnya aku mempunyai tanggung jawab dan janji. Si Fulan telah menampar wajahku. Rasulullah saw. bertanya kepada lelaki tersebut: Kenapa kamu menampar wajahnya? Dia menjawab: Wahai Rasulullah! Dia mengatakan demi Tuhan yang telah memilih Musa as. atas sekalian manusia. Bukankah engkau masih berada di tengah-tengah kita? Ia berkata: Lalu Rasulullah saw. murka dan itu terlihat dari wajahnya. Kemudian beliau bersabda: Janganlah kalian membeda-bedakan antara para utusan Allah. Sesungguhnya sangkakala akan ditiupkan sehingga binasalah makhluk yang berada di langit dan di bumi kecuali orang yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiupkan lagi dan aku adalah orang pertama yang dibangkitkan atau termasuk orang yang pertama dibangkitkan namun tiba-tiba Musa as. sedang berpegang pada Arsy. Aku tidak tahu apakah ia sudah dihisab ketika ia pingsan pada peristiwa (pecahnya) gunung Thur ataukah ia telah dibangkitkan sebelum aku dan aku tidak akan berkata sesungguhnya ada seseorang yang lebih utama daripada Yunus bin Matta as.. (Shahih Muslim No.4376) |
| |
| |